Pages

Tuesday, 15 September 2020

Puisiku

Puisiku

Puisiku siang ini
Ditengah jam istirahatku
Untuk isi waktu luangku
Kutuliskan puisi ini.

Demi lulus tugas menulis
Puisi ini dibuat khusus
Puisi tentang keseharianku
Tiada hari tanpa menulis

Apalagi yang mengganggu
Hanya tekad untuk lulus
Hanya keinginan yang tulus
Untuk jadi penulis

Jangan pernah ragu
Jangan pernah takut
Selalu maju
Pantang untuk mundur

Puisiku siang ini
Hanya puisi keseharianku
Puisiku siang ini
Demi untuk lulus.


Monday, 14 September 2020

Resensi Klepon Makanan Tradisional Indonesia

 

Klepon Makanan Tradisional yang Fenomenal

 


Beberapa waktu lalu klepon menjadi bahasan dimana-mana karena ada yang menyatakan bahwa klepon tidak halal atau klepon bukan makanan yang Islami. Di luar semua kehebohan itu, klepon adalah jajanan tradisional khas Indonesia sejak tahun 1950 an [buku Indisch leven in Nederland J.M. Meulenhoff]



Asal-usul klepon disebut dari Jawa. Konon kue ini diperkenalkan pertama kali oleh seseorang asal Pasuruan, Jawa Timur. Tetapi di Sumatra dan Sulawesi  mengenal klepon dengan nama onde-onde. Di Bali, kue serupa klepon ini dinamakan jaja klepon, bahannya sama dari tepung ketan dan isinya sama-sama gula kelapa. Namun cara memasaknya berbeda, jika di Jawa dikukus maka di Bali cara masaknya direbus. Perbedaan lainnya adalah bentuknya, klepon Jawa bentuknya bulat sedangkan jaja klepon Bali bentuknya oval dan meruncing di ke-2 ujungnya.



Klepon ternyata memiliki filosofi yang menggambarkan pulau-pulau Ibonesia yang subur menghijau dari warna hijau klepon yang didapat dari daun suji dan daun pandan. Klepon melambangan kesederhanaan tercermin dari bahan pembuatnya yang sederhana: tepung ketan, parutan kelapa, gula merah dan pewarna daun suji dan pandan. Selain kesederhanaan pesan moral lainnya adalah pada saat mulut penuh jangan berbicara atau bisa menahan diri sebelum mengucapkan sesuatu sehingga tidak muncrat atau akan kita sesali berikutnya.

Kue Klepon kini juga diolah secara modern dengan bentuk cake, disebut cake klepon. Bahkan ada juga gelato klepon. Dengan pemberitaan klepon tidak Islami malah membuat kue ini kembali menjadi terkenal dan membuat toko kue tradisional kebanjiran orderan klepon. Kue yang unik dengan warna hijau bulat kenyal dan mmm manis pada saat digigit karena gula merah yang meleleh berpadu dengan gurihnya parutan kelapa.

Resensi Film Mulan 2020

 

Resensi Film Mulan 2020

 


Judul Film : Mulan.

Sutradara : Niki Caro.

Produser : Chris Bender, Jake Weiner dan Jason T.Reed.

Penulis  : Rick Jaffa, Amanda Silver, Lauren Hynek dan Elizabeth Martin.

Berdasarkan kisah : Mulan Disney oleh Tony Bancroft dan Barry Cook [Balada Mulan].

Pemain : Yifei Liu, Donnie Yen, Tzi Ma, Jason Scott Lee, Yoson An, Ron Yuan, Gong Li dan Jet Li.



Musik oleh : Harry Gregson-Williams.

Sinematografi oleh : Mandy Walker.

Penyunting : David Coulson.

Perusahaan produksi oleh : Walt Disney Pictures, Jason T.Reed Productions dan Good Fear Productions.

Tanggal release : 9 Maret 2020 (Hollywood); 4 September 2020 (Amerika Serikat)

Durasi : 115 menit

Negara asal : Amerika Serikat.

Tahun produksi : 2020

Mulan adalah film action drama yang diproduksi oleh Walt Disney Pictures, ini adalah film versi manusia yang diadopsi dari film animasi Disney tahun 1998 dengan judul yang sama. Kisah di film ini diambil dari kisah legenda China yang berjudul “Balada Mulan”.

Kisah diawali dari Hua Mulan kecil yang berlatih pedang dengan ayahnya. Mulan adalah gadis kecil yang lincah yang suka bergerak bebas dan suka berlatih beladiri. Dari Mulan kecil yang menghebohkan seisi kampung pada saat dia mengejar seekor ayam sampai naik ke genteng rumah.

Kemudian kisah langsung menuju Hua Mulan remaja dan diharapkan menjadi istri yang baik oleh orangtuanya. Dengan berat hati mengikuti kehendak ibunya untuk dipertemukan dengan Ibu Perencana Pernikahan, namun pertemuan itu gagal karena ada seekor laba-laba yang ditakuti oleh adik dari Hua Mulan. Di kisah ini Mulan mempunyai adik sebagai pelengkap namun di versi animasi Mulan adalah anak tunggal.

Di masa itu pula diceritakan kerajaan sedang dalam bahaya diserbu oleh pasukan musuh, sehingga Raja memutuskan agar setiap keluarga mengirimkan wakil pria untuk membela negara. Karena di keluarga Mulan, hanya ayahnya saja yang pria maka sang ayah mengajukan diri untuk ikut pelatihan membela negara, padahal kondisi sang ayah tidak sehat. Tidak tega melihat sang ayah akan berangkat ke medan perang maka Mulan pada malam hari mencuri pedang,perisai, baju besi dan kuda berangkat untuk mewakili sang ayah dengan menyamar menjadi anak lelaki dengan nama Hua Jun.

Kisah menjadi semakin menarik dengan masuknya Hua Mulan sebagai Hua Jun yang mengikuti pelatihan dengan semua pria muda dibawah Komandan Tung. Di sini diperlihatkan bagaimana Hua Mulan berusaha keras supaya bisa melewati semua pelatihan dan bahkan menjadi prajurit kesayangan Komandan Tung.

Tentunya semua konflik selama pelatihan menjadi hal yang menarik dan wajib ditonton sampai habis. Puncaknya adalah dimana Hua Mulan harus menampilkan dirinya sendiri keluar dari sosok penyamaran sebagai prajurit muda bernama Hua Jun. Puncaknya diusir dari pasukan oleh Komandan Tung karena dianggap menipu karena menyamar menjadi seorang pria.

Pada saat diusir inilah Hua Mulan bertemu dengan penyihir wanita yang bergabung dengan musuh. Pada dasarnya penyihir ini bergabung dan menjadi jahat karena tidak ada yang mengakui keberadaan sang penyihir dan disingkirkan dari kelompoknya. Penyihir ini berusaha mempengaruhi Hua Mulan untuk bergabung dengan dirinya sebagai sesame wanita yang terusir yang tidak diakui oleh kelompok masyarakat. Pada akhirnya penyihir wanita ini malah membela Hua Mulan sampai terbunuh karena melindungi Hua Mulan.

Cerita yang seru sekali dan layak dinikmati oleh semua penggemar animasi Mulan, diiringi lagu-lagu yang indah terutama lagu Reflection. Pada akhir kisah karena berhasil menyelamatkan Sang Raja dari serbuan musuh, maka Hua Mulan mendapat penghargaan dan dihargai oleh penduduk kampungnya yang sebelumnya menghina Hua Mulan dan keluarganya.

Happy ending dimana Hua Mulan berkumpul kembali dengan orangtua dan adiknya serta diakui oleh penduduk kampung yang sebelumnya tidak menghargai Hua Mulan.

 

 

Saturday, 12 September 2020

Cantiknya Alammu Cantiknya Tenunmu Tak Secantik Nasibmu

 

Cantiknya Alammu Cantiknya Tenunmu Tak Secantik Nasibmu

 

Nusa Tenggara Timur(NTT) dikenal sebagai tempat wisata dengan sebutan Surga di Timur Indonesia. Keindahan pantai-pantainya dan bukit-bukit pasirnya merupakan keunikan wisata di Timur Indonesia ini. Keindahan dan kecantikan Pantai Pink, Pulau Komodo, Labuan Bajo sudah terkenal sampai ke manca negara. Foto-foto yang cantik selalu hadir di layar Instagram, di youtube juga selalu ada yang meliput keindahan pulau-pulau di sana.

Tenun dari NTT juga sangat cantik. Motif-motifnya unik dan mempunyai cerita yang terkait budaya dari masing-masing daerahnya. Tenun Sumba merupakan bentuk kekayaan budaya yang dikerjakan oleh para seniman tenun ikat di Sumba.

Sekarang kita bahas mengenai proses pembuatan tenun ikat Sumba. Selama ini yang dikeluhkan Customer pembeli tenun ikat Sumba adalah harganya yang mahal. Supaya kita paham kenapa kita harus membayar mahal untuk satu helai tenun ikat Sumba. Dengan memahami proses pembuatannya, maka kita akan paham mengapa harga tenun ini mahal.

Proses pembuatan dimulai dari proses pengumpulan bahan dan pembuatan tenun ikat dikerjakan secara manual. Satu helai kain biasa dikerjakan antara 2-3 bulan prosesnya, bahkan jika ukurannya lebih lebar maka prosesnya mencapai 5-6 bulan. Semua bahan baku sampai pewarnanya biasanya alami dari tumbuhan yang tumbuh disana. Total proses pembuatan tenun ini ada kurang lebih ada 42 proses. Dimulai dari proses “lamihi” (proses memisahkan biji dari kapas) hingga proses”wari rumata” (proses finishing). Dan biasa dikerjakan oleh 3-10 orang untuk membuat 1 lembar kain tenun. [Disadur dari Tenun Ikat Sumba-Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas; id.m.wikipedia.org]

Pertama-tama proses diawali dengan memetik bunga kapas dan kemudian dikumpulkan kapasnya dan dipilin-pilin menjadi untaian panjang, pilinan kapas akan berwujud benang tebal. Kita bisa menggulung dalam gulungan benang. Cara manual memintal benang dari kapas menggunakan tangan disebut pahudur. Setelah jadi gulungan benang maka akan diwarnai. Sebelum proses pewarnaan, maka dimulai dengan mencari tanaman nila (aslinya warnanya hijau) setelah dicampur dengan kapur, tanaman ini akan menghasilkan warna biru tua atau indigo.

Setelah proses pahudur (memintal kapas menjadi gulungan benang) dilanjutkan proses”kabukul”: proses pemintalan benang sehingga berbentuk bola benang, kemudian dilanjutkan “pamening” yaitu proses menyusun atau menata benang di alat tenun membentuk motif yang diinginkan.

Bahan baku tenun ikat dari kapas, kapas diurai dengan pandi lalu dipintal menjadi benang. Kemudian benang diwarnai dengan pewarna alami, warna merah dari akar mengkudu, warna biru dari tumbuhan indigo dan nila, hitam dari lumpur, warna kuning dari kayu kuning dan kunyit. Pada prinsipnya pewarnaan diambil dari bahan-bahan alami. Supaya warna tidak rusak disarankan tidak dicuci dengan sabun. [Disadur dari Kain Tenun Ikat Sumba Timur dan Proses Penciptaannya-Atre’s Odyssey; renjanatuju.wordpress.com]. Untuk membuat lima lembar kain ukuran 120x275 cm itu membutuhkan 3 kg pasta indigo kering, dan 30 kg akar mengkudu. Adapun cara membuat pasta indigo adalah daun indigo dipotong, direndam dalam air selama satu malam diperas kemudian dicampur kapur sirih, ditiris dan dikeringkan dengan cara dijemur. Proses ini memerlukan waktu 5-8 hari. Wow banget kan ya panjang dan lama prosesnya dari petik kapas sampai pewarnaan ya. [Disadur dari Tenun Ikat Sumba Timur, Rekam Sejarah-Astidhema; astidhema.wordpress.com]

Langkah pembuatan corak atau motif adalah 1: menggambar motif di lembaran untaian benang dengan pensil merah-biru, 2: mengikat benang yang sudah digambar tadi yang nantinya berwarna putih, langkah ke-3: mengikat motif yang akan diberi warna merah. [Disadur dari Proses Pembuatan Tenun Ikat dan Tenun Pahikung Sumba Timur I Strategi; strategi.co.id]

Setiap kain tenun ikat Sumba memiliki cerita yang berisi sejarah dan doa yang dituangkan ke dalam kainnya. Jadi setiap seniman tenun yang menggambarkan kreativitas,imajinasi,dan suasana hatinya. Dan biasa dihiasi berbagai motif flora dan fauna yang melambangkan hal tertentu. Misalnya motif singa berkepala manusia melambangkan kekuasaan, motif bunga melambangkan kehidupan manusia yang saling membutuhkan, dan motif ular melambangkan kehidupan setelah kematian. [Disadur dari Tenun Ikat Sumba, Eksostisme Nusa Tenggara Timur dalam Kain-Greeners.Co.]

Kain Sumba memiliki beberapa fungsi sosial budaya di dalam masyarakat, secara garis besar fungsinya adalah sebagai pakaian, hubungan kekerabatan, sebagai penanda status sosial dan sebagai alat tukar dan komoditas. Pada awalnya, tenun memang merupakan alat pertukaran adat namun di kemudian hari karena banyak mengadopsi simbol-simbol baru dan modern menjadi komoditas yang bernilai ekonomis.

Nah bagaimana setelah kita sedikit belajar mengenai proses pembuatan kain tenun Sumbawa, apakah kita masih akan menganggap semua proses ini layak dengan harga jualnya? Atau membuat kita makin menghargai wastra cantik ini.

Kondisi pandemi yang menimpa kita saat ini secara otomatis membuat dunia pariwisata yang menjadi andalan pendapatan para mama penenun kain dan para pelaku pariwisata menjadi matikutu. Bagaimana bisa ada yang datang mau beli kain-kain cantik harganya jutaan ini saat ini. Para mama ini akhirnya meminta bantu untuk menjualkan tenun karya mereka untuk dibantujualkan. Ide dari team Kreata adalah membuat masker dari kain tenun ini. Biarpun rasanya sayang sekali kain yang ditenun dengan susah payah ini dipotong kecil menjadi masker cantik ini. Jadi akhirnya masker tenun Sumba dengan motif dari Buna, dari Pahikung, dari Maumere dan selalu sold out.

Antara lucu atau sedih adalah pada saat ada EO dari Jakarta akan mengadakan acara di Labuan Bajo tetapi malah beli masker dari WPC Mart di Jakarta. Dan ada kenalan dari Sumba yang beda kota dengan tempatnya tenun Pahikung dan membeli masker dari Jakarta.

Kenapa oh kenapa masker tenun cantik buatan mama-mama penenun ini tidak bisa ditemui di daerah asalnya, karena disana tidak ada koordinator yang mau peduli untuk membantu memasarkan masker tenun. Bahkan untuk awalnya para mama ragu untuk menjahit, karena kemampuan untuk menjahit belum ada sehingga mereka tidak pede membuat masker. Mama oh mama penenun mari bergandengan tangan untuk sama-sama bertahan supaya taraf hidupmu meningkat seiring dengan cantiknya tenun buatanmu dan alam indah di sekitarmu.

Mari kita bersama bergandengan tangan memajukan kain wastra tradisional ini supaya tidak punah ditelan pandemi. Mari kita bersama membantu memasarkan kain wastra nasional.

 




Self Editing Ternyata Aku Bisa Menulis

 

Self Editing Ternyata Aku Bisa Menulis

 

Ini tugas ke-2 dari Kelas Menulis Blogging. Tugasnya adalah kita harus mengedit tulisan kita sendiri di tugas 1. Baiklah mari kita mulai mengedit. Yang ditandain dengan warna merah adalah hasil edit.

 

Ternyata aku bisa menulis, menulis hanya membutuhkan tekad pada saat awal. Begitu kita mengetikkan kata pertama, maka akan mulai mengalir cerita dengan sendirinya. Cerita akan mudah jika kita biasakan menulis.

Cerita hari ini diawalin dari pagi hari berangkat kerja seperti biasa. Sampai di tempat kerja langsung jalan pagi mengelilingi pabrik. Pada saat jalan pagi biasa ada banyak ide di kepala untuk menulis.

Tadi pagi tanpa sengaja melihat kebaikan di jalan. Seperti biasa pada saat menyetir ke arah pabrik, di jalan kelihatan Ibu tua sedang mengambili botol plastik yang berserakan di sepanjang jalan. Kali ini tanpa sengaja melihat si Ibu dipanggil oleh seorang pengemudi motor. Pas mendekat terlihat Bapak itu menyerahkan bungkusan nasi yang sepertinya bekal sarapan Bapak itu. Terharu melihatnya bagaimana si Ibu membungkuk berterima kasih mendapatkan sarapan pagi.

Selama ini tidak pernah terpikir hal tersebut di benakku, berbagi sarapan pagi untuk orang lain. Meskipun hanya untuk satu orang tapi pasti berarti.

Nah terbukti aku bisa menulis rutin jika mau. Kemampuan menulis akan meningkat jika tiap hari kita praktekkan.

 

Thursday, 10 September 2020

Ternyata Aku Bisa Menulis

 Ternyata aku bisa menulis, menulis hanya membutuhkan tekad pada saat awal. Begitu Kita mengetikkan kata pertama, maka akan mulai mengalir cerita dengan sendirinya. Cerita akan mudah jika Kita biasakan menulis.

Cerita hari ini diawalin dari pagi hari berangkat kerja seperti biasa. Sampai di tempat kerja langsung jalan pagi mengelilingi pabrik. Pada saat jalan pagi biasa ada banyak ide di kepala untuk menulis.

Tadi pagi tanpa sengaja melihat kebaikan di jalan. Seperti biasa pada saat menyetir ke arah Pabrik, di jalan kelihatan Ibu tua sedang mengambili botol plastik yang berserakan di sepanjang jalan. Kali ini tanpa sengaja melihat si Ibu dipanggil oleh seorang pengemudi motor. Pas mendekat terlihat Bapak itu menyerahkan bungkusan nasi yang sepertinya bekal sarapan Bapak itu. Terharu melihatnya bagaimana si Ibu membungkuk berterima kasih mendapatkan sarapan pagi.

Selama ini tidak pernah terpikir hal tersebut di benakku, berbagi sarapan pagi untuk orang lain. Meskipun hanya untuk satu orang tapi pasti berarti.

Nah terbukti aku bisa menulis rutin jika mau. Kemampuan menulis akan meningkat jika tiap hari kita praktikkan.


Sunday, 6 September 2020

Review Buku Rantai Tak Putus Dee Lestari

 

Review Buku Rantai Tak Putus Dee Lestari

 

Pertama kali baca di instanya Mba Dee Lestari tentang promo buku barunya “Rantai Tak Putus” jadi penasaran bagaimana cara seorang “Supernova” Dee Lestari menuliskan buku tentang UMKM Indonesia. Langsung pesan buku ini di Bentang Pustaka. Ada waktu jeda sebelum buku diterima karena sedang proses cetak. Dan tara hari Jumat ada info dari kurir ada paket buku datang. Happy deh akhirnya bisa dapat juga buku yang bikin penasaran ini.

Pulang kerja sudah tidak sabar unboxing buku Rantai Tak Putus. Warna langit cover buku langsung menyeruak keluar bikin segar mata yang melihat. Ada kata pembuka dari pak Teten Masduki Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia. Di bawahnya baru ada nama pengarang buku Dee Lestari. Setelah itu tulisan judul buku dengan dominasi warna putih untuk Rantai dan Putus, warna hitam untuk kata Tak kemudian dibawahnya Ilmu Mumpuni Merawat UMKM Indonesia dibawahnya ilustrasi rangkaian burung membentuk huruf 8 atau seperti lambda yang terhubung tak terputus. Dari cover saja sudah menarik ya.



Buka halaman pertama langsung ada kata pembuka dari Pak Teten Masduki dilanjutkan Mas Didiet Maulana (my favourite designer yang mengangkat tenun ikat Indonesia dan educator wirausaha) dan ada kata pembuka dari Mas Yoris Sebastian (one of my favorite penulis buku kreatif,aku ikutan kelas menulisnya Angkatan pertama). Semua kata pembuka adalah penyemangat sekaligus melihat pentingnya buku mengenai UMKM di Indonesia. Lembar berikutnya di sisi kanan langsung ada judul dan kejutannya ada tandatangan dari Dee Lestari.




Buku ini lumayan segar dilihat dari desain keseluruhan buku dengan dominasi warna biru langit yang terang, dengan ukuran huruf yang enak dibaca, disertai highlight untuk kutipan-kutipan penjelasan. Buku setebal 215 halaman yang terdiri dari 12 bab ditambah kata penulis dan tentang penulis.



Bab 1 Kisah yang penting ,membaca bab 1 ini mengingatkan aku tentang kelas menulis dari Mas Agustinus Wibowo tentang alur kisah menarik yang bisa bolak balik namun menyambung jadi satu sehingga membuat pembaca penasaran ingin membaca lebih lanjut. Cantik sekali perpaduan dari kisah Waru 2005 dipadu dengan Jakarta 2019, perpaduan hal yang sama dari Pak Agus dalam perjuangan menjadi UMKM dan perjuangan Mba Dee menerima tantangan dari Pak Henry YDBA (Yayasan Dharma Bakti Astra) untuk menuliskan buku tentang UMKM.

Dari Bab 1 – bab 6 membahas perjuangan dari Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Waru yang merupakan salah satu cabang YDBA. Pembahasan di bab tersebut perjuangan dari para pebisnis yang bergelut di bidang otomotif, semuanya penuh dengan pergulatan batin yang diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan UMKM yang tangguh. Kisah-kisah ini menarik buat semua calon umkm maupun yang sudah umkm untuk mau mengubah pola pikir menjadi lebih maju. Bengkel-bengkel Teknik yang biasa akhirnya menjadi bisa bengkel yang menganut 5 S. Menghilangkan kesan bengkel yang kotor menjadi bengkel yang nyaman untuk dikunjungi biarpun tidak mewah.

Bab 7-8 membahas UMKM di daerah Tapin Kalimantan, tentang para petani dengan semua problematikanya mengangkat tanaman khas Kalimantan. Salah satu hasil pertanian yang diangkat adalah cabai Hiyung, cabai rawit dengan tingkat pedas super di atas rata-rata dan lebih awet dan tahan dibandingkan dengan cabai rawit biasa dari daerah lain. Ada yang aku tunggu di sini adalah akan diwujudkannya pengembangan agrowisata di lahan Gapoktan Kayuh Bambai di Tapin Kalimantan Selatan. Tempat yang didesain untuk kelak menjadi destinasi wisata agro bernama Agroforestri Gapoktan Kayuh Bambai. Puluhan jenis buah akan ditanam di sana termasuk buah-buahan unik seperti nangkadak (Nangka dan cempedak), karantongan (durian pandan), lahong(durian merah),papakin(bentuk seperti durian tetapi rasa jauh berbeda dan daging buah berwarna orange) dan masih banyak lagi buah unik khas Kalimantan yang akan dibudidayakan di sana. Bagaimana jadi tertarik juga kan buat ikutan menantikan dibukanya agroforestry ini.

Bab 9 membahas perekrutan dan suka duka dari para fasilitator dan coordinator LPB Tapin. Bagaimana tahapan rekrutmen dari tahap 1 dan tahap 2 di daerah dan tahap akhir adalah wawancara oleh staf kantor dari Jakarta. Suka duka perjuangan untuk memilih dan membentuk umkm pilot yang akan dijadikan percontohan. Kalau sekedar mengejar status dan uang, pekerjaan sebagai fasilitator tidak akan bertahan, dibutuhkan jiwa sosial yang tinggi untuk bisa bertahan. LPB bukan Cuma kasih dana namun lebih memberikan dan membagikan ilmu dan pendampingan sehingga lebih seperti teman bahkan keluarga. Perjuangan memgubah mindset adalah pekerjaan yang luar biasa susah, dari yang biasa dikasi makan menjadi hanya diberikan kail. Mengubah persepsi koperasi yang buruk menjadi koperasi yang saling menguntungkan dan memberi manfaat bukan hal yang semudah membalik telapak tangan.

Bab 10 merunut kembali perjuangan seorang William Soeryadjaya dengan pendirian awal YDBA. Semangat Pak William inilah yang menjadi dasar-dasar dari YDBA Ada 3 komponen yang dibedah oleh Mba Dee disini, yaitu pertama carrier dalam hal ini fasilitator, kedua,konten,roadmap yang diwariskan ke UMKM, dan ke-3 para pendukung yakni mereka yang menjemput hasl kerja keras UMKM sekaligus bagian integral dari ujian kenaikan kelas UMKM sehingga mata rantai ini utuh menjadi lingkaran.

Buku ini menarik dilahap dalam sekejap terutama untuk calon pelaku UMKM dan yang sudah jalan menjadi UMKM. Terima kasih Mba Dee Lestari sudah menulis buku yang sangat indah membahas tentang UMKM.

Pagi ini

  Setelah berhari-hari cuaca mendung, melihat langit biru sangat memukau hati. Keceriaan dan cerahnya langit membuat hati makin semangat bek...