Tuesday, 15 September 2020
Puisiku
Monday, 14 September 2020
Resensi Klepon Makanan Tradisional Indonesia
Klepon
Makanan Tradisional yang Fenomenal
Beberapa waktu lalu klepon menjadi bahasan dimana-mana
karena ada yang menyatakan bahwa klepon tidak halal atau klepon bukan makanan
yang Islami. Di luar semua kehebohan itu, klepon adalah jajanan tradisional
khas Indonesia sejak tahun 1950 an [buku Indisch leven in Nederland J.M.
Meulenhoff]
Asal-usul klepon disebut dari Jawa. Konon kue ini
diperkenalkan pertama kali oleh seseorang asal Pasuruan, Jawa Timur. Tetapi di
Sumatra dan Sulawesi mengenal klepon
dengan nama onde-onde. Di Bali, kue serupa klepon ini dinamakan jaja klepon, bahannya
sama dari tepung ketan dan isinya sama-sama gula kelapa. Namun cara memasaknya
berbeda, jika di Jawa dikukus maka di Bali cara masaknya direbus. Perbedaan
lainnya adalah bentuknya, klepon Jawa bentuknya bulat sedangkan jaja klepon
Bali bentuknya oval dan meruncing di ke-2 ujungnya.
Klepon ternyata memiliki filosofi yang menggambarkan
pulau-pulau Ibonesia yang subur menghijau dari warna hijau klepon yang didapat
dari daun suji dan daun pandan. Klepon melambangan kesederhanaan tercermin dari
bahan pembuatnya yang sederhana: tepung ketan, parutan kelapa, gula merah dan
pewarna daun suji dan pandan. Selain kesederhanaan pesan moral lainnya adalah
pada saat mulut penuh jangan berbicara atau bisa menahan diri sebelum
mengucapkan sesuatu sehingga tidak muncrat atau akan kita sesali berikutnya.
Kue Klepon kini juga diolah secara modern dengan
bentuk cake, disebut cake klepon. Bahkan ada juga gelato klepon. Dengan pemberitaan
klepon tidak Islami malah membuat kue ini kembali menjadi terkenal dan membuat
toko kue tradisional kebanjiran orderan klepon. Kue yang unik dengan warna
hijau bulat kenyal dan mmm manis pada saat digigit karena gula merah yang meleleh
berpadu dengan gurihnya parutan kelapa.
Resensi Film Mulan 2020
Resensi
Film Mulan 2020
Judul Film : Mulan.
Sutradara : Niki Caro.
Produser : Chris Bender, Jake Weiner dan Jason T.Reed.
Penulis : Rick Jaffa, Amanda Silver, Lauren Hynek dan
Elizabeth Martin.
Berdasarkan kisah : Mulan Disney oleh Tony Bancroft
dan Barry Cook [Balada Mulan].
Pemain : Yifei Liu, Donnie Yen, Tzi Ma, Jason Scott
Lee, Yoson An, Ron Yuan, Gong Li dan Jet Li.
Musik oleh : Harry Gregson-Williams.
Sinematografi oleh : Mandy Walker.
Penyunting : David Coulson.
Perusahaan produksi oleh : Walt Disney Pictures, Jason
T.Reed Productions dan Good Fear Productions.
Tanggal release : 9 Maret 2020 (Hollywood); 4
September 2020 (Amerika Serikat)
Durasi : 115 menit
Negara asal : Amerika Serikat.
Tahun produksi : 2020
Mulan adalah film action drama yang diproduksi
oleh Walt Disney Pictures, ini adalah film versi manusia yang diadopsi dari
film animasi Disney tahun 1998 dengan judul yang sama. Kisah di film ini
diambil dari kisah legenda China yang berjudul “Balada Mulan”.
Kisah diawali dari Hua Mulan kecil yang berlatih
pedang dengan ayahnya. Mulan adalah gadis kecil yang lincah yang suka bergerak
bebas dan suka berlatih beladiri. Dari Mulan kecil yang menghebohkan seisi kampung
pada saat dia mengejar seekor ayam sampai naik ke genteng rumah.
Kemudian kisah langsung menuju Hua Mulan remaja dan
diharapkan menjadi istri yang baik oleh orangtuanya. Dengan berat hati
mengikuti kehendak ibunya untuk dipertemukan dengan Ibu Perencana Pernikahan,
namun pertemuan itu gagal karena ada seekor laba-laba yang ditakuti oleh adik
dari Hua Mulan. Di kisah ini Mulan mempunyai adik sebagai pelengkap namun di versi
animasi Mulan adalah anak tunggal.
Di masa itu pula diceritakan kerajaan sedang dalam
bahaya diserbu oleh pasukan musuh, sehingga Raja memutuskan agar setiap
keluarga mengirimkan wakil pria untuk membela negara. Karena di keluarga Mulan,
hanya ayahnya saja yang pria maka sang ayah mengajukan diri untuk ikut
pelatihan membela negara, padahal kondisi sang ayah tidak sehat. Tidak tega
melihat sang ayah akan berangkat ke medan perang maka Mulan pada malam hari
mencuri pedang,perisai, baju besi dan kuda berangkat untuk mewakili sang ayah
dengan menyamar menjadi anak lelaki dengan nama Hua Jun.
Kisah menjadi semakin menarik dengan masuknya Hua
Mulan sebagai Hua Jun yang mengikuti pelatihan dengan semua pria muda dibawah
Komandan Tung. Di sini diperlihatkan bagaimana Hua Mulan berusaha keras supaya
bisa melewati semua pelatihan dan bahkan menjadi prajurit kesayangan Komandan
Tung.
Tentunya semua konflik selama pelatihan menjadi hal
yang menarik dan wajib ditonton sampai habis. Puncaknya adalah dimana Hua Mulan
harus menampilkan dirinya sendiri keluar dari sosok penyamaran sebagai prajurit
muda bernama Hua Jun. Puncaknya diusir dari pasukan oleh Komandan Tung karena
dianggap menipu karena menyamar menjadi seorang pria.
Pada saat diusir inilah Hua Mulan bertemu dengan penyihir
wanita yang bergabung dengan musuh. Pada dasarnya penyihir ini bergabung dan
menjadi jahat karena tidak ada yang mengakui keberadaan sang penyihir dan
disingkirkan dari kelompoknya. Penyihir ini berusaha mempengaruhi Hua Mulan
untuk bergabung dengan dirinya sebagai sesame wanita yang terusir yang tidak
diakui oleh kelompok masyarakat. Pada akhirnya penyihir wanita ini malah
membela Hua Mulan sampai terbunuh karena melindungi Hua Mulan.
Cerita yang seru sekali dan layak dinikmati oleh semua
penggemar animasi Mulan, diiringi lagu-lagu yang indah terutama lagu Reflection.
Pada akhir kisah karena berhasil menyelamatkan Sang Raja dari serbuan musuh,
maka Hua Mulan mendapat penghargaan dan dihargai oleh penduduk kampungnya yang
sebelumnya menghina Hua Mulan dan keluarganya.
Happy ending dimana Hua Mulan berkumpul kembali dengan
orangtua dan adiknya serta diakui oleh penduduk kampung yang sebelumnya tidak
menghargai Hua Mulan.
Saturday, 12 September 2020
Cantiknya Alammu Cantiknya Tenunmu Tak Secantik Nasibmu
Cantiknya Alammu
Cantiknya Tenunmu Tak Secantik Nasibmu
Nusa Tenggara Timur(NTT) dikenal sebagai tempat wisata
dengan sebutan Surga di Timur Indonesia. Keindahan pantai-pantainya dan
bukit-bukit pasirnya merupakan keunikan wisata di Timur Indonesia ini.
Keindahan dan kecantikan Pantai Pink, Pulau Komodo, Labuan Bajo sudah terkenal
sampai ke manca negara. Foto-foto yang cantik selalu hadir di layar Instagram,
di youtube juga selalu ada yang meliput keindahan pulau-pulau di sana.
Tenun dari NTT juga sangat cantik. Motif-motifnya unik
dan mempunyai cerita yang terkait budaya dari masing-masing daerahnya. Tenun
Sumba merupakan bentuk kekayaan budaya yang dikerjakan oleh para seniman tenun
ikat di Sumba.
Sekarang kita bahas mengenai proses pembuatan tenun
ikat Sumba. Selama ini yang dikeluhkan Customer pembeli tenun ikat Sumba adalah
harganya yang mahal. Supaya kita paham kenapa kita harus membayar mahal untuk
satu helai tenun ikat Sumba. Dengan memahami proses pembuatannya, maka kita
akan paham mengapa harga tenun ini mahal.
Proses pembuatan dimulai dari proses pengumpulan bahan
dan pembuatan tenun ikat dikerjakan secara manual. Satu helai kain biasa
dikerjakan antara 2-3 bulan prosesnya, bahkan jika ukurannya lebih lebar maka
prosesnya mencapai 5-6 bulan. Semua bahan baku sampai pewarnanya biasanya alami
dari tumbuhan yang tumbuh disana. Total proses pembuatan tenun ini ada kurang
lebih ada 42 proses. Dimulai dari proses “lamihi” (proses memisahkan biji dari
kapas) hingga proses”wari rumata” (proses finishing). Dan biasa dikerjakan oleh
3-10 orang untuk membuat 1 lembar kain tenun. [Disadur dari Tenun Ikat
Sumba-Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas; id.m.wikipedia.org]
Pertama-tama proses diawali dengan memetik bunga kapas
dan kemudian dikumpulkan kapasnya dan dipilin-pilin menjadi untaian panjang,
pilinan kapas akan berwujud benang tebal. Kita bisa menggulung dalam gulungan
benang. Cara manual memintal benang dari kapas menggunakan tangan disebut
pahudur. Setelah jadi gulungan benang maka akan diwarnai. Sebelum proses
pewarnaan, maka dimulai dengan mencari tanaman nila (aslinya warnanya hijau)
setelah dicampur dengan kapur, tanaman ini akan menghasilkan warna biru tua
atau indigo.
Setelah proses pahudur (memintal kapas menjadi gulungan
benang) dilanjutkan proses”kabukul”: proses pemintalan benang sehingga
berbentuk bola benang, kemudian dilanjutkan “pamening” yaitu proses menyusun atau
menata benang di alat tenun membentuk motif yang diinginkan.
Bahan baku tenun ikat dari kapas, kapas diurai dengan
pandi lalu dipintal menjadi benang. Kemudian benang diwarnai dengan pewarna
alami, warna merah dari akar mengkudu, warna biru dari tumbuhan indigo dan
nila, hitam dari lumpur, warna kuning dari kayu kuning dan kunyit. Pada
prinsipnya pewarnaan diambil dari bahan-bahan alami. Supaya warna tidak rusak
disarankan tidak dicuci dengan sabun. [Disadur dari Kain Tenun Ikat Sumba Timur
dan Proses Penciptaannya-Atre’s Odyssey; renjanatuju.wordpress.com]. Untuk
membuat lima lembar kain ukuran 120x275 cm itu membutuhkan 3 kg pasta indigo
kering, dan 30 kg akar mengkudu. Adapun cara membuat pasta indigo adalah daun indigo
dipotong, direndam dalam air selama satu malam diperas kemudian dicampur kapur
sirih, ditiris dan dikeringkan dengan cara dijemur. Proses ini memerlukan waktu
5-8 hari. Wow banget kan ya panjang dan lama prosesnya dari petik kapas sampai
pewarnaan ya. [Disadur dari Tenun Ikat Sumba Timur, Rekam Sejarah-Astidhema;
astidhema.wordpress.com]
Langkah pembuatan corak atau motif adalah 1: menggambar
motif di lembaran untaian benang dengan pensil merah-biru, 2: mengikat benang yang
sudah digambar tadi yang nantinya berwarna putih, langkah ke-3: mengikat motif
yang akan diberi warna merah. [Disadur dari Proses Pembuatan Tenun Ikat dan
Tenun Pahikung Sumba Timur I Strategi; strategi.co.id]
Setiap kain tenun ikat Sumba memiliki cerita yang
berisi sejarah dan doa yang dituangkan ke dalam kainnya. Jadi setiap seniman tenun
yang menggambarkan kreativitas,imajinasi,dan suasana hatinya. Dan biasa dihiasi
berbagai motif flora dan fauna yang melambangkan hal tertentu. Misalnya motif
singa berkepala manusia melambangkan kekuasaan, motif bunga melambangkan
kehidupan manusia yang saling membutuhkan, dan motif ular melambangkan
kehidupan setelah kematian. [Disadur dari Tenun Ikat Sumba, Eksostisme Nusa
Tenggara Timur dalam Kain-Greeners.Co.]
Kain Sumba memiliki beberapa fungsi sosial budaya di
dalam masyarakat, secara garis besar fungsinya adalah sebagai pakaian, hubungan
kekerabatan, sebagai penanda status sosial dan sebagai alat tukar dan
komoditas. Pada awalnya, tenun memang merupakan alat pertukaran adat namun di
kemudian hari karena banyak mengadopsi simbol-simbol baru dan modern menjadi
komoditas yang bernilai ekonomis.
Nah bagaimana setelah kita sedikit belajar mengenai
proses pembuatan kain tenun Sumbawa, apakah kita masih akan menganggap semua
proses ini layak dengan harga jualnya? Atau membuat kita makin menghargai wastra
cantik ini.
Kondisi pandemi yang menimpa kita saat ini secara otomatis
membuat dunia pariwisata yang menjadi andalan pendapatan para mama penenun kain
dan para pelaku pariwisata menjadi matikutu. Bagaimana bisa ada yang datang mau
beli kain-kain cantik harganya jutaan ini saat ini. Para mama ini akhirnya
meminta bantu untuk menjualkan tenun karya mereka untuk dibantujualkan. Ide
dari team Kreata adalah membuat masker dari kain tenun ini. Biarpun rasanya
sayang sekali kain yang ditenun dengan susah payah ini dipotong kecil menjadi
masker cantik ini. Jadi akhirnya masker tenun Sumba dengan motif dari Buna,
dari Pahikung, dari Maumere dan selalu sold out.
Antara lucu atau sedih adalah pada saat ada EO dari Jakarta
akan mengadakan acara di Labuan Bajo tetapi malah beli masker dari WPC Mart di Jakarta.
Dan ada kenalan dari Sumba yang beda kota dengan tempatnya tenun Pahikung dan
membeli masker dari Jakarta.
Kenapa oh kenapa masker tenun cantik buatan mama-mama
penenun ini tidak bisa ditemui di daerah asalnya, karena disana tidak ada koordinator
yang mau peduli untuk membantu memasarkan masker tenun. Bahkan untuk awalnya
para mama ragu untuk menjahit, karena kemampuan untuk menjahit belum ada
sehingga mereka tidak pede membuat masker. Mama oh mama penenun mari
bergandengan tangan untuk sama-sama bertahan supaya taraf hidupmu meningkat
seiring dengan cantiknya tenun buatanmu dan alam indah di sekitarmu.
Mari kita bersama bergandengan tangan memajukan kain
wastra tradisional ini supaya tidak punah ditelan pandemi. Mari kita bersama
membantu memasarkan kain wastra nasional.
Self Editing Ternyata Aku Bisa Menulis
Self Editing Ternyata Aku Bisa
Menulis
Ini tugas ke-2 dari
Kelas Menulis Blogging. Tugasnya adalah kita harus mengedit tulisan kita
sendiri di tugas 1. Baiklah mari kita mulai mengedit. Yang ditandain dengan
warna merah adalah hasil edit.
Ternyata aku bisa
menulis, menulis hanya membutuhkan tekad pada saat awal. Begitu kita mengetikkan kata pertama, maka akan mulai
mengalir cerita dengan sendirinya. Cerita akan mudah jika kita biasakan menulis.
Cerita hari ini diawalin
dari pagi hari berangkat kerja seperti biasa. Sampai di tempat kerja langsung
jalan pagi mengelilingi pabrik. Pada saat jalan pagi biasa ada banyak ide di
kepala untuk menulis.
Tadi pagi tanpa sengaja
melihat kebaikan di jalan. Seperti biasa pada saat menyetir ke arah pabrik, di jalan kelihatan Ibu tua sedang mengambili
botol plastik yang berserakan di sepanjang jalan. Kali ini tanpa sengaja
melihat si Ibu dipanggil oleh seorang pengemudi motor. Pas mendekat terlihat
Bapak itu menyerahkan bungkusan nasi yang sepertinya bekal sarapan Bapak itu.
Terharu melihatnya bagaimana si Ibu membungkuk berterima kasih mendapatkan
sarapan pagi.
Selama ini tidak pernah
terpikir hal tersebut di benakku, berbagi sarapan pagi untuk orang lain.
Meskipun hanya untuk satu orang tapi pasti berarti.
Nah terbukti aku bisa
menulis rutin jika mau. Kemampuan menulis akan meningkat jika tiap hari kita
praktekkan.
Thursday, 10 September 2020
Ternyata Aku Bisa Menulis
Ternyata aku bisa menulis, menulis hanya membutuhkan tekad pada saat awal. Begitu Kita mengetikkan kata pertama, maka akan mulai mengalir cerita dengan sendirinya. Cerita akan mudah jika Kita biasakan menulis.
Cerita hari ini diawalin dari pagi hari berangkat kerja seperti biasa. Sampai di tempat kerja langsung jalan pagi mengelilingi pabrik. Pada saat jalan pagi biasa ada banyak ide di kepala untuk menulis.
Tadi pagi tanpa sengaja melihat kebaikan di jalan. Seperti biasa pada saat menyetir ke arah Pabrik, di jalan kelihatan Ibu tua sedang mengambili botol plastik yang berserakan di sepanjang jalan. Kali ini tanpa sengaja melihat si Ibu dipanggil oleh seorang pengemudi motor. Pas mendekat terlihat Bapak itu menyerahkan bungkusan nasi yang sepertinya bekal sarapan Bapak itu. Terharu melihatnya bagaimana si Ibu membungkuk berterima kasih mendapatkan sarapan pagi.
Selama ini tidak pernah terpikir hal tersebut di benakku, berbagi sarapan pagi untuk orang lain. Meskipun hanya untuk satu orang tapi pasti berarti.
Nah terbukti aku bisa menulis rutin jika mau. Kemampuan menulis akan meningkat jika tiap hari kita praktikkan.
Sunday, 6 September 2020
Review Buku Rantai Tak Putus Dee Lestari
Review Buku Rantai Tak Putus Dee Lestari
Pertama kali baca di instanya Mba Dee Lestari tentang promo
buku barunya “Rantai Tak Putus” jadi penasaran bagaimana cara seorang “Supernova”
Dee Lestari menuliskan buku tentang UMKM Indonesia. Langsung pesan buku ini di
Bentang Pustaka. Ada waktu jeda sebelum buku diterima karena sedang proses
cetak. Dan tara hari Jumat ada info dari kurir ada paket buku datang. Happy deh
akhirnya bisa dapat juga buku yang bikin penasaran ini.
Pulang kerja sudah tidak sabar unboxing buku Rantai Tak
Putus. Warna langit cover buku langsung menyeruak keluar bikin segar mata yang
melihat. Ada kata pembuka dari pak Teten Masduki Menteri Koperasi dan UKM
Republik Indonesia. Di bawahnya baru ada nama pengarang buku Dee Lestari.
Setelah itu tulisan judul buku dengan dominasi warna putih untuk Rantai dan Putus,
warna hitam untuk kata Tak kemudian dibawahnya Ilmu Mumpuni Merawat UMKM
Indonesia dibawahnya ilustrasi rangkaian burung membentuk huruf 8 atau seperti
lambda yang terhubung tak terputus. Dari cover saja sudah menarik ya.
Buka halaman pertama langsung ada kata pembuka dari Pak
Teten Masduki dilanjutkan Mas Didiet Maulana (my favourite designer yang
mengangkat tenun ikat Indonesia dan educator wirausaha) dan ada kata pembuka
dari Mas Yoris Sebastian (one of my favorite penulis buku kreatif,aku ikutan
kelas menulisnya Angkatan pertama). Semua kata pembuka adalah penyemangat sekaligus
melihat pentingnya buku mengenai UMKM di Indonesia. Lembar berikutnya di sisi
kanan langsung ada judul dan kejutannya ada tandatangan dari Dee Lestari.
Buku ini lumayan segar dilihat dari desain keseluruhan buku
dengan dominasi warna biru langit yang terang, dengan ukuran huruf yang enak
dibaca, disertai highlight untuk kutipan-kutipan penjelasan. Buku setebal 215
halaman yang terdiri dari 12 bab ditambah kata penulis dan tentang penulis.
Bab 1 Kisah yang penting ,membaca bab 1 ini mengingatkan aku
tentang kelas menulis dari Mas Agustinus Wibowo tentang alur kisah menarik yang
bisa bolak balik namun menyambung jadi satu sehingga membuat pembaca penasaran
ingin membaca lebih lanjut. Cantik sekali perpaduan dari kisah Waru 2005 dipadu
dengan Jakarta 2019, perpaduan hal yang sama dari Pak Agus dalam perjuangan
menjadi UMKM dan perjuangan Mba Dee menerima tantangan dari Pak Henry YDBA
(Yayasan Dharma Bakti Astra) untuk menuliskan buku tentang UMKM.
Dari Bab 1 – bab 6 membahas perjuangan dari Lembaga
Pengembangan Bisnis (LPB) Waru yang merupakan salah satu cabang YDBA.
Pembahasan di bab tersebut perjuangan dari para pebisnis yang bergelut di
bidang otomotif, semuanya penuh dengan pergulatan batin yang diolah sedemikian
rupa sehingga menghasilkan UMKM yang tangguh. Kisah-kisah ini menarik buat
semua calon umkm maupun yang sudah umkm untuk mau mengubah pola pikir menjadi
lebih maju. Bengkel-bengkel Teknik yang biasa akhirnya menjadi bisa bengkel
yang menganut 5 S. Menghilangkan kesan bengkel yang kotor menjadi bengkel yang
nyaman untuk dikunjungi biarpun tidak mewah.
Bab 7-8 membahas UMKM di daerah Tapin Kalimantan, tentang
para petani dengan semua problematikanya mengangkat tanaman khas Kalimantan.
Salah satu hasil pertanian yang diangkat adalah cabai Hiyung, cabai rawit
dengan tingkat pedas super di atas rata-rata dan lebih awet dan tahan
dibandingkan dengan cabai rawit biasa dari daerah lain. Ada yang aku tunggu di
sini adalah akan diwujudkannya pengembangan agrowisata di lahan Gapoktan Kayuh
Bambai di Tapin Kalimantan Selatan. Tempat yang didesain untuk kelak menjadi destinasi
wisata agro bernama Agroforestri Gapoktan Kayuh Bambai. Puluhan jenis buah akan
ditanam di sana termasuk buah-buahan unik seperti nangkadak (Nangka dan
cempedak), karantongan (durian pandan), lahong(durian merah),papakin(bentuk
seperti durian tetapi rasa jauh berbeda dan daging buah berwarna orange) dan
masih banyak lagi buah unik khas Kalimantan yang akan dibudidayakan di sana.
Bagaimana jadi tertarik juga kan buat ikutan menantikan dibukanya agroforestry ini.
Bab 9 membahas perekrutan dan suka duka dari para fasilitator
dan coordinator LPB Tapin. Bagaimana tahapan rekrutmen dari tahap 1 dan tahap 2
di daerah dan tahap akhir adalah wawancara oleh staf kantor dari Jakarta. Suka
duka perjuangan untuk memilih dan membentuk umkm pilot yang akan dijadikan
percontohan. Kalau sekedar mengejar status dan uang, pekerjaan sebagai
fasilitator tidak akan bertahan, dibutuhkan jiwa sosial yang tinggi untuk bisa
bertahan. LPB bukan Cuma kasih dana namun lebih memberikan dan membagikan ilmu
dan pendampingan sehingga lebih seperti teman bahkan keluarga. Perjuangan
memgubah mindset adalah pekerjaan yang luar biasa susah, dari yang biasa dikasi
makan menjadi hanya diberikan kail. Mengubah persepsi koperasi yang buruk
menjadi koperasi yang saling menguntungkan dan memberi manfaat bukan hal yang
semudah membalik telapak tangan.
Bab 10 merunut kembali perjuangan seorang William
Soeryadjaya dengan pendirian awal YDBA. Semangat Pak William inilah yang
menjadi dasar-dasar dari YDBA Ada 3 komponen yang dibedah oleh Mba Dee disini,
yaitu pertama carrier dalam hal ini fasilitator, kedua,konten,roadmap yang
diwariskan ke UMKM, dan ke-3 para pendukung yakni mereka yang menjemput hasl
kerja keras UMKM sekaligus bagian integral dari ujian kenaikan kelas UMKM
sehingga mata rantai ini utuh menjadi lingkaran.
Buku ini menarik dilahap dalam sekejap terutama untuk calon
pelaku UMKM dan yang sudah jalan menjadi UMKM. Terima kasih Mba Dee Lestari
sudah menulis buku yang sangat indah membahas tentang UMKM.
Pagi ini
Setelah berhari-hari cuaca mendung, melihat langit biru sangat memukau hati. Keceriaan dan cerahnya langit membuat hati makin semangat bek...
-
Hari Sabtu seperti biasa bangun pagi , bebersih rumah dulu lah ya. Baru ingat ada tugas dari belajar menulis dan blog asyik . Tara mulaila...
-
NAGOYA SHIKISAKURA WASHI CRAFT TRIP Nagoya? Itu selalu yang ditanyakan orang pada saat disampaikan mau mengadakan trip ke Jepang. Kenapa...
-
Rimbun Hutanku Wangi Kopiku Lestari Alamku Apa hubungan kopi dengan konservasi https://hutanitu.id? Pertama kita bahas dulu sejara...











